Player
Player2026 WCQSeason 2025/26Timnas Indonesia

Ini Gaya Hubner

Apakah agresivitas Justin Hubner di Timnas juga diterapkan di level klub?

Oleh TepianLapang Editorial
Competition
2026 WCQ
Season
2025/26
Type
Player
Published
26 Mar 2026
Timnas Indonesia

Paolo Maldini pernah bilang, “kalau kamu harus tekel, berarti kamu sudah membuat kesalahan.” Tapi prinsip itu tidak sepenuhnya berlaku untuk Justin Hubner.

Bagi dirinya, tekel bukan tanda kegagalan, itu adalah bagian dari identitas.

Fearless. Itu kata yang paling tepat. Entah tekel atau duel udara, ia lakukan tanpa ragu. Agresivitasnya bukan impuls semata, melainkan sebuah keputusan.

Seperti apa?

Peran

Tidak hanya sebagai bek tengah, Justin juga dimainkan sebagai bek kiri dan bahkan sayap kiri. Jelinya pelatih Fortuna Sittard terlihat di sini dengan memanfaatkan naluri menyerang Justin dengan baik.

Di Eredivisie musim ini, Justin telah bermain 1085 menit atau setara dengan 43% dari menit bermain yang tersedia. Dalam periode tersebut, ia juga mencetak 2 gol dan 1 assist.

Menariknya, Justin adalah pemain dengan kartu kuning terbanyak kedua di Eredivisie. Sebuah catatan yang menggambarkan karakter Justin dalam bertahan.

Aksi Defensif

Justin Hubner adalah tipe bek lugas tanpa pandang bulu. Bukan barang baru jika ia memang kuat dan agresif dalam duel.

Terlepas dari posisi bermainnya, Justin ada di atas rata-rata bek Eredivisie lainnya dalam duel di half space maupun sayap kiri. Di area tengah, dia ada di bawah rata-rata bek lainnya. Justin juga terbilang jarang melakukan duel di dalam kotak penalti. Meskipun menang 100% saat sebagai bek tengah, ia hanya melakukan 3 kali aksi defensif.

Justin menggunakan tekel sebagai cara utama untuk menetralkan ancaman lawan. Di klip pertama, ketika lawan mencoba masuk ke area kosong, ia tidak menutup areanya tapi memilih menghilangkan penguasaan bola dari lawannya.

Justin tidak segan untuk maju menghadang lawan yang mencoba masuk areanya. Pada klip kedua dan ketiga bisa dilihat bagaimana agresivitas Justin dalam berduel ketika lawan masuk ke daerah “patroli” dia.

Aksi Ofensif

Di level klub, Justin Hubner tidak segan melepaskan umpan jauh progresif ke depan ataupun melakukan switch play. Jumlah aksi progresif dalam jarak dekat sangat sedikit. Tujuan dari umpan diagonalnya adalah half space kanan, tidak sampai ke koridor sayap kanan. Bukannya tidak mampu tapi ini tentu berkaitan dengan instruksi dari pelatih Fortuna Sittard itu sendiri.

Tidak hanya passing progresif, Justin Hubner berbahaya di depan gawang lawan sebagai opsi set piece. Kecuali 1 percobaan, tembakannya ada di dalam kotak penalti. Dari skema ini, ia berhasil menciptakan 2 gol dari dalam goal area.

Beberapa contohnya ada pada klip berikut. Dengan Ihattaren sebagai eksekutor set piece inswing, sedikit sentuhan saja pada bola akan merubah arah gerak bola dengan signifikan. Itulah yang dilakukan Hubner pada klip pertama.

Di klip kedua, menarik dicermati bagaimana ia lepas dari penjagaan lawannya. Selain menang secara postur, Justin memanfaatkan kelengahan lawannya saat bola dilepaskan dan lawannya melihat pergerakan bola tersebut. Hasilnya, ia bisa menanduk bola yang jatuh tepat di atas kepalanya.

Penutup

Mungkin prinsip Paolo Maldini tidak sepenuhnya berlaku untuknya. Karena bagi Hubner, tekel bukan sekadar koreksi dari kesalahan, melainkan bagian dari cara ia mengendalikan permainan. Hubner hidup dari duel.

Kontribusinya pun tidak berhenti dalam aksi bertahan. Dampaknya saat build up hingga set piece juga terasa.

Selama ia mampu menjaga batas agresivitas, Justin Hubner menawarkan sesuatu yang tidak selalu dimiliki bek lain: controlled fearlessness.

Dari Tepi,

26 Maret 2026

Key Metrics · per 90

Baca Juga