Kontrol Milik Siapa?
Match Review Bhayangkara vs Persebaya - Pekan 1 BRI Super League 2026/27

Kontrol, sebuah kata seribu makna bagi banyak pelaku sepak bola.
Sabtu lalu (5/9) pada pekan pembuka BRI Super League 2026/27, dua kesebelasan dengan definisi kontrol yang berbeda bertanding Lampung antara Persebaya ala Tavares asal Portugal melawan Bhayangkara ala Oscar Bruzon asal Spanyol.
Pertandingan berakhir 1-1 tapi jalannya laga sangat seru untuk dinikmati.
Seperti apa definisi kontrol mereka?
Kontrol Tavares
Bagi banyak orang, itu umumnya mungkin adalah tentang penguasaan bola. Namun, bukan itu yang ada dalam kamus Bernardo Tavares. Sejak saat masih melatih PSM Makassar, timnya terkenal dengan pressing ketat dan serangan direct nan efektif. Tidak perlu banyak operan, tapi bisa membahayakan gawang lawan.
Gaya main tersebut diadopsi ke Persebaya sejak pertengahan musim lalu dan makin kentara di musim ini. Persebaya tidak banyak menguasai bola, namun begitu cepat untuk masuk ke sepertiga akhir pertahanan lawan. Mereka hanya butuh paling banyak 3 operan untuk bisa berada di dekat kotak penalti lawan.
Tujuan utama Persebaya adalah untuk menyerang ruang di belakang garis pertahanan tinggi Bhayangkara. Melalui Yuran Fernandes atau Jefferson, mereka memulai serangan balik lewat sektor sayap. Di pertandingan ini, Persebaya banyak menggunakan sektor sayap kiri yang dihuni oleh Miguel Pereira untuk masuk ke sepertiga akhir pertahanan lawan. Beberapa kali mereka juga mengirimkan umpan lambung kepada Yann Mabella sebagai outlet serangan balik dari Persebaya.
Bagaimana saat bertahan?
Identitas Bernardo Tavares pun tidak berubah. Dengan pendekatan man-to-man high press, Persebaya mencoba untuk menutup seluruh opsi progresi lawan. Ini memaksa Bhayangkara untuk melepaskan umpan panjang langsung ke lini depan.
Pertahanan Persebaya dimulai dengan dua pemain terdepan yaitu Yann Mabella dan Francisco Rivera. Saat Mabella menekan pembawa bola, Rivera bertugas untuk mencegah Bhayangkara melakukan progresi lewat tengah. Para pemain di belakang mereka melakukan penjagaan man-to-man kepada pemain lawan.
Di babak kedua, skema pertahanan ini juga terlihat jelas. Bedanya, Rivera maju sejajar dengan Mabella untuk menekan bek tengah lawan dan memancing mereka melepaskan umpan ke sektor sayap. Ini adalah pemantik untuk semua pemain Persebaya untuk lebih agresif dalam melakukan penjagaan di sisi bola.
Bedanya, Rachmat Irianto lah yang menjadi pemain untuk mencegah progresi lewat tengah. Dia sempat berhasil merebut bola dan memulai serangan balik lewat Rivera meskipun masih belum berhasil menjadi peluang.
Bukan Bernardo Tavares namanya jika tidak bisa membuat timnya bertahan dengan sistematis. Dari kacamata 3 zona permainan ala Paco Seirul-lo, pemain Persebaya bertahan dengan sangat baik. Semua pemain di tiga zona berbeda tersebut bisa menjalankan peran & melakukan aksi dengan semestinya.
Pemain di Zona 1 yaitu Malik Risaldi bertugas untuk menekan bek sayap lawan yang menguasai bola. Di Zona 2, pemain-pemain Persebaya cepat menempel opsi progresi pemain Bhayangkara. Sementara di Zona 3, Miguel & Jefferson terlihat aktif memonitor pergerakan pemain lawan dan menyesuaikan posisi mereka.

Pressing ketat, lalu serang balik dengan tepat. Itu kontrol ala Tavares.
Kontribusi Yann Mabella
Yann Mabella adalah striker baru Persebaya di musim ini yang tampil cukup spesial di laga pembukanya. Peran Mabella tidak terbatas di finishing peluang saja. Ia pun bisa mengatur tempo terutama saat posisi serangan balik. Dalam beberapa kesempatan, Mabella mampu melindungi bola dengan baik untuk kemudian mengumpan pada rekannya yang punya posisi lebih menguntungkan.
Seperti pada klip pertama berikut, Mabella ditempel oleh Sadiki tapi masih bisa melakukan sentuhan pertama dengan baik ke ruang kosong di tengah. Melihat Miguel yang bebas, Mabella melepaskan umpan dengan bobot yang pas meskipun bola akhirnya diamankan oleh bek Bhayangkara. Ini pun terjadi pada klip kedua ketika ia bisa menempatkan diri agar terhindar dari jebakan offside dan melihat Miguel yang bebas.
Pada klip terakhir, lagi-lagi dia tidak memaksa untuk terus mengeksploitasi sisi kanan yang sudah ramai oleh pemain. Dengan menghindari tekel dari Sadiki, dia menggeser arah serangan balik Persebaya ke sisi kiri yang notabene lebih “sepi”.
Tentu, tidak lengkap rasanya membahas kontribusi Yann Mabella tanpa menyebutkan gol debutnya di Liga Indonesia. Gol ini berasal dari situasi serangan balik yang dimulai oleh Rachmat Irianto. Cukup satu umpan lambung ke belakang lini pertahanan Bhayangkara, Yann Mabella berhasil memenangkan adu sprint dengan kedua bek lawan yang ada di garis tengah lapangan. Awan Setho yang keluar dari gawangnya untuk mencoba clearance juga kalah cepat dengan pergerakan Mabella. Dengan tenang, ia menceploskan bola ke gawang yang tak bertuan.
Selain dari efektivitas Persebaya dalam memanfaatkan peluang, rest defense pemain Bhayangkara patut dicermati. Posisi kedua bek terakhir mereka sangat tinggi sementara tiga pemain di depannya adalah satu gelandang dan dua bek sayap. Struktur ini adalah konsekuensi dari skema build up mereka.
Seperti apa serangannya?
Kontrol Serangan ala Bruzon
Layaknya pelatih asal Spanyol, mungkin kontrol ala Bruzon adalah tentang penguasaan bola. Bhayangkara lebih banyak menguasai bola daripada Persebaya di pertandingan ini. Mereka memulai serangan dengan bola-bola pendek kepada dua bek tengah mereka.
Di hadapan pertahanan simetris 4-4-2 Persebaya, Bhayangkara punya positioning pemain yang menarik dengan struktur 2-3-5. Kedua bek sayap Bhayangkara masuk ke lini tengah sejajar dengan gelandang bertahan, kedua winger dibiarkan dekat dengan garis tepian lapang dan kedua gelandang tengah masuk di kedua half space.
Layaknya pertahanan 4-4-2, ruang yang diincar oleh Bhayangkara adalah pada ruang antar lini terutama di half space kiri. Di babak pertama, Yano Putra menempati ruang ini dan berperan melakukan kombinasi dengan Matias Ocampo ataupun menerima umpan dari Mauricio Vera untuk melakukan penetrasi ke pertahanan Persebaya.
Namun, justru bukan dari Yano ancaman itu berasal di babak pertama. Di dua kesempatan, Made Andhika bisa lolos dari penjagaan di half space kiri untuk melakukan tendangan ataupun memberi umpan yang berakhir dengan tendangan ke gawang.
Perubahan Winger
Di babak pertama, Bhayangkara yang menempatkan wrong-footed wingers mencoba mengancam dengan melepaskan crossing ke tiang jauh. Kedua peluang dari sisi kanan ini nyaris bisa dimanfaatkan oleh Matias Ocampo sebagai winger kiri. Di babak kedua, Bhayangkara melakukan perubahan cukup drastis.
Mereka menukar kedua winger ke sisi yang sama dengan kaki terkuatnya. Allano juga masuk menggantikan Yano Putra. Masuknya Allano memberi warna berbeda pada serangan Bhayangkara karena pergerakan dan umpan Allano yang lebih ekspansif dan variatif daripada Yano Putra.
Seperti pada klip berikut, Allano awalnya menempati half space kiri lalu turun menjemput bola di tengah saat build up. Lalu ia mengoper kepada bek sayap yang naik di sisi kanan. Ini berbeda dengan fokus Yano Putra di sebelah kiri saat babak pertama.
Arah Babak Kedua
Semua perubahan yang dilakukan Bhayangkara berbuah positif di babak kedua. Bhayangkara tidak mengubah niatnya untuk mengeksploitasi pertahanan Persebaya lewat koridor half space kiri. Mereka juga masih mengandalkan crossing untuk membuat peluang. Efektivitasnya yang berbeda.
Seperti saat mencetak gol balasan mereka, half space kiri ditempati oleh Milan Ristovski yang menciptakan dilema bagi pemain Persebaya dengan berada di antara ketiganya. Pada sepersekian detik tersebut, ia berhasil mengumpan kepada Moussa Sidibe yang bebas di sisi kiri. Dengan crossing yang mengincar Allano sebagai target, Allano berhasil menanduk bola ke arah pojok kanan bawah gawang Ernando Ari.
Penutup
Hasil imbang 1-1 menjadi cermin bahwa kontrol dalam sepak bola selalu punya banyak wajah. Tavares berhasil mendikte babak pertama dengan efisiensi dan kedisiplinan, sementara Bruzon mengambil alih babak kedua lewat penyesuaian taktis yang tepat. Pada akhirnya, tidak ada filosofi yang mutlak benar atau salah, semua kembali pada keyakinan masing-masing dan eksekusinya di lapangan.
Dari Tepi,
13 September 2026
Key Metrics · per 90
Baca Juga
QA: Viz Image Upload Test
Verifies an uploaded vizImage renders full-size and uncropped on the Data Viz detail page.
QA: Tableau Embed Test
Verifies a Tableau Public embed renders as a sandboxed iframe on the Data Viz detail page.
Ini Gaya Hubner
Apakah agresivitas Justin Hubner di Timnas juga diterapkan di level klub?