Gocekan Rian
Performa Rachmat Irianto saat Persebaya mengalahkan PSIM Yogyakarta

926 hari.
Itulah jumlah hari sejak Rachmat Irianto terakhir mencetak gol di kompetisi klub level tertinggi Indonesia sebelum akhirnya “pecah telur” bulan lalu (25/1) saat Persebaya mengalahkan PSIM Yogyakarta dengan skor 3-0.
Ia terakhir mencetak gol di Super League saat masih membela Persib Bandung menghadapi Dewa United di musim kompetisi 2023/2024. Berawal dari sepakan Marc Klok yang ditepis Sonny Stevens dan membentur tiang, pantulan bola jatuh di depan Rian yang menjadi satu dari empat pemain Persib di kotak penalti. Dengan sigap, Rian berhasil menyambar bola liar tersebut dan menyamakan kedudukan bagi Persib.
Pecah Telur
Sebulan lalu, bukan refleks maupun kesigapan Rian dalam menyambar bola liar yang jadi penyebab ia bisa mencetak gol. Kali ini, malah justru gocekannya yang mampu membawa bola dari dua pertiga lapangan hingga sampai di kotak penalti lawan.
Dalam situasi blok pertahanan medium to low 4-4-2, Rian adalah satu dari dua gelandang Persebaya di lini kedua. Memanfaatkan kesalahan backheel dari Ze Valente, Rian menggiring bola ke depan dengan cepat dalam situasi transisi positif 4v4. Bahkan, Rian mencatatkan kecepatan maksimal 30,5 kilometer per jam sesaat sebelum dikepung oleh tiga pemain PSIM.
Keterampilan Rian dalam dribbling bisa dilihat di sini.
Lawan Arah

Tepat sebelum mengubah arah dribblingnya ke ruang kosong di sisi kanan, posisi badannya mengisyaratkan bahwa dia akan menggiring bola lurus ke depan. Ini membuat Rahmatshoh terkecoh saat ia mengubah arah larinya.

Dalam tekukan kedua saat Rahmatshoh sadar harus menutup sisi kanan Rian, Rian justru menggiring bola ke arah sebaliknya. Perubahan momentum yang tiba-tiba ini membuat Rahmatshoh harus kembali mengubah arah penjagaannya seperti di situasi terakhir di dekat kotak penalti.

Total tiga kali dimana Rian berhasil “menipu” Rahmatshoh untuk berlari ke arah yang berlawanan dengan gocekannya. Meskipun jarak di antara keduanya tidak menjadi lebih besar, Rian mampu masuk kotak penalti setelah meletakkan bola sedikit jauh dari badannya dan mengejar ke arah itu.
Cahya Supriadi yang keluar dari gawangnya pun tidak mampu memperkecil sudut tembak Rian. Dengan lesakan ke sudut kiri gawang PSIM, Rachmat Irianto mempertegas kemenangan Persebaya di laga itu sekaligus mengakhiri puasa 926 harinya.
Kesimpulan
Melihat seorang gelandang bertahan menggiring bola dari sepertiga lapangan timnya hingga ke kotak penalti lawan untuk akhirnya mencetak gol adalah sebuah aksi luar biasa. Apalagi, gol ini dicetak setelah berpuasa hampir 1000 hari lamanya. Gocekan Rian memang tak ada dua.
Dari Tepi,
22 Februari 2026
Key Metrics · per 90
Baca Juga
Kontrol Milik Siapa?
Match Review Bhayangkara vs Persebaya - Pekan 1 BRI Super League 2026/27
QA: Viz Image Upload Test
Verifies an uploaded vizImage renders full-size and uncropped on the Data Viz detail page.
QA: Tableau Embed Test
Verifies a Tableau Public embed renders as a sandboxed iframe on the Data Viz detail page.