Player
PlayerPEGADAIAN CHAMPIONSHIPSeason 2024/25Andik Vermansyah · Winger

Bukan Andik yang Dulu Lagi

Analisa pemain dari Andik Vermansyah di Pegadaian Liga 2 Musim 2024/25

Oleh TepianLapang Editorial
Competition
PEGADAIAN CHAMPIONSHIP
Season
2024/25
Type
Player
Published
29 Sep 2025
Andik Vermansyah

Mendengar nama Andik Vermansyah, yang teringat mungkin momen ditekel David Beckham 14 tahun lalu atau masa kejayannya di Selangor 8 tahun lalu. Andik sangat ident

ik dengan kecepatan dan eksplosivitasnya di sisi sa

yap.

Namun, itu dulu.

Musim lalu, Andik menjadi kapten Persiraja Banda Aceh yang berhasil lolos ke Babak 8 Besar Pegadaian Liga 2 2024/25. Di umurnya yang sudah 33 tahun, Andik masih sama berbahayanya meskipun bukan lagi tentang kecepatan.

Lalu, bagaimana perubahan permainan Andik saat ini?

Transformasi Peran di Persiraja

Di atas kertas, Persiraja bermain dengan formasi 4–2–3–1 atau 4–4–1–1 saat menyerang dan berubah menjadi 4–4–2 ketika bertahan. Andik tidak lagi bermain di sayap seperti dulu, ia menjadi pemain di belakang striker saat menyerang dan berduet dengan striker menjadi garis pertahanan pertama saat Persiraja bertahan. Ia kerap kali memimpin pressing ketika bola dikuasai oleh bek tengah lawan yang melakukan build up pendek.

Ketika menyerang, Andik bergerak aktif untuk menjemput bola dan memberikan opsi sirkulasi maupun progresi bagi rekannya. Ketika fase build up buntu, Andik akan turun ke daerah half space di luar blok pertahanan lawan untuk menerima bola dari bek sayap atau gelandang lalu melepaskan umpan berbahaya ke arah winger.

Perbedaan tipe permainan dari gelandang Persiraja juga membantu Andik dalam menjalankan perannya. Rizky Yusuf sebagai gelandang bertahan berperan untuk menjadi pelindung lini belakang dan sirkulasi bola. Sementara itu, Matheus Machado lebih dominan sebagai gelandang box-to-box yang bisa berperan sama baiknya dalam menyerang maupun bertahan. Andik adalah sumber kreativitas utama tim lewat passing. Ini dapat dilihat dari grafik berikut:

Definisi key pass p90 adalah jumlah umpan yang langsung menciptakan peluang mencetak gol bagi rekan setim per 90 menit.

Dengan 1.77 key pass p90, Andik adalah pemain tertinggi kedua di Babak 8 besar setelah Hambali Tolib (2.2 key pass p90) dan yang tertinggi di antara trio gelandang Persiraja. Dari grafik di atas, perbedaan peran gelandang Persiraja juga makin terlihat jelas. Matheus Machado sebagai box-to-box menjadi pemain dengan umpan terbanyak (40 pass p90) karena daya jelajahnya yang tinggi namun tetap bisa memberikan umpan berbahaya (1.2 key pass p90). Sementara itu, Rizky Yusuf fokus sirkulasi bola dan menjadi yang terendah dalam key pass (0.42 key pass p90) dan tepat di tengah-tengah dalam jumlah passing (31.48 pass p90). Meskipun Andik menjadi yang paling sedikit memberikan umpan (27.23 pass p90) tapi ia paling sukses dalam penciptaan peluang.

Seberapa berbahaya sebenarnya umpan Andik?

Umpan Terobosan di antara Bek Tengah dan Bek Sayap

Dalam banyak kesempatan, Andik mampu melihat ruang kosong yang terbuka di belakang lini pertahanan lawan lalu mengeksploitasinya lewat umpan terobosan di antara bek tengah dan bek sayap. Lini belakang yang tidak balanced dan sedikit lebih tinggi akan jadi makanan empuk untuk Andik apalagi ketika bek sayap sedikit lebih maju daripada 3 bek lainnya karena ini akan memperbesar ruang yang bisa ia eksploitasi.

Andik sabar sebelum melepaskan umpan dan menunggu trigger yang tepat. Kehadiran rekan yang menambah kecepatan ataupun mengarahkan body shape menuju ke ruang kosong tersebut adalah trigger bagi Andik. Tepat di detik rekannya melakukan gerakan tersebut, Andik akan melepaskan umpan terobosan. Jika dulu Andik berperan sebagai penerima umpan itu, kini ia bertransformasi menjadi pemberi umpan.

Tidak hanya umpan mendatar, Andik juga piawai dalam melepaskan umpan lambung. Seperti saat melawan PSIM Yogyakarta berikut, ia melihat ruang kosong di belakang lini pertahanan PSIM namun jalur umpan mendatarnya sudah ditutup oleh lawan. Melihat Corfe yang melakukan sprint ke arah ruang tersebut, Andik melepaskan umpan lambung yang diakhiri oleh tembakan ke gawang oleh Corfe.

Pengambilan Keputusan & Akurasi Umpan

Dalam beberapa kali kesempatan baik dalam serangan balik ataupun controlled possession, Andik sering terlihat terburu-buru dalam mengambil keputusan dan terlihat memaksa melepaskan umpan progresif. Seperti saat serangan balik melawan PSPS Pekanbaru berikut, Andik menghadapi situasi kalah jumlah 4v2 di depan. Jalur passing ke arah opsi pertama (Corfe) dan kedua (Hamdi) sudah ditutup, sementara winger di kanan dan Rizky Yusuf terbuka di tengah lapangan. Alih-alih menahan bola untuk sirkulasi & menunggu situasi yang menguntungkan, Andik memaksa untuk melepaskan umpan ke arah Hamdi yang akhirnya bisa diintersep oleh lawan.

Ketika bermain direct ke depan dan diharuskan untuk melepaskan umpan lambung dari dekat garis tengah, akurasi dan bobot dari umpan dari Andik masih perlu ditingkatkan. Berperan sebagai outlet counter, beberapa kali umpan yang ia lepaskan malah jatuh lebih dekat ke pemain lawan dan membuat kesempatan serangan balik menghilang. Secara keputusan sudah benar namun eksekusinya masih perlu diperbaiki. Ini juga didukung secara statistik yang memperlihatkan bahwa Andik ada di urutan empat terbawah di antara gelandang tengah yang bermain minimal 270 menit dengan akurasi passing 68.4%.

Eksekutor Bola Mati di Garudayaksa

Pegadaian Championship 2025/26 baru memainkan tiga laga dan Andik sukses bertengger di pemimpin assist terbanyak melalui hattrick assist-nya di pertandingan melawan Persekat Tegal.

Sebagai seorang eksekutor bola mati, ada kesamaan tema di tiga assist tersebut. Dengan bola inswing, biasanya dilakukan di sisi berlawanan dengan kaki terkuat, Andik mengarahkan umpannya ke area tengah ataupun tiang dekat dengan striker atau bek tengah sebagai finisher. Ketiga umpannya sukses disundul dan berakhir di jala gawang Persekat Tegal.

Kesimpulan

Andik yang dulu bukanlah yang sekarang. Dia telah bertransformasi yang dulunya nyaman bermain di sayap, ia kini bermain lebih ke tengah dan tidak kehilangan naluri menyerangnya dengan tetap melepaskan umpan-umpan berbahaya. Jika proses pengambilan keputusan dan akurasi umpannya bisa ditingkatkan, Andik akan menjadi pemain yang jauh lebih berbahaya lagi. Tampaknya, itu yang coba dipertontokan oleh Andik di beberapa laga awal musim ini. Menarik ditunggu sejauh apa Andik bertransformasi.

Dari Tepi,

29 September 2025

Key Metrics · per 90

Baca Juga