Pelajaran Dari Borneo
Ulasan Pertandingan Pekan ke-5 BRI Super League 2025/26: PSIM Yogyakarta vs Borneo FC

Laskar Mataram menelan kekalahan pertama di BRI Super League musim ini pada hari Sabtu (13/09) kemarin. Tim yang mengalahkan mereka, Borneo FC, masih memegang rekor kemenangan 100% sejauh ini. Meskipun begitu, PSIM masih bertengger di 4 besar klasemen sementara.
Bagaimana PSIM bisa kalah?
Tumbukan Formasi Saat PSIM Menyerang

Dengan kecenderungan untuk build up pendek dari belakang, PSIM menggunakan struktur 1-3-2-5 sebagai acuan. Reva Adi sebagai bek kiri menjadi bagian dari skema 3 bek di belakang bersama kedua bek tengah. Ze Valente berduet dengan Rahmatshoh di lini tengah untuk mendistribusikan bola. Di koridor sayap, Raka Cahyana naik mengikuti Vidal yang masuk ke ruang apit kanan. Di sisi kiri, Corfe sebagai winger kiri kerap kali turun sebagai opsi progresi dan Fahreza Sudin sebagai gelandang serang berotasi ke ruang apit kiri ataupun sayap kiri ketika Corfe melakukan penetrasi ke arah ruang apit kiri.
Berhadapan dengan struktur bertahan 1-4-1-4-1 Borneo, 2 gelandang tengah PSIM praktis kalah jumlah di area tengah yang rapat. Hal ini menyulitkan adanya progresi vertikal melalui tengah meskipun sesekali Ze Valente dan Rahmatshoh mampu berotasi dan mengeksploitasi jarak antara gelandang bertahan dan lini bertahan kedua Borneo.

Masuk Sepertiga Akhir Lewat Sayap
Cairnya rotasi di koridor sayap membuat PSIM sering mengancam lewat koridor sayap. Kombinasi Fahreza dan Corfe di kiri maupun Vidal dan Raka di kanan kerap kali mampu masuk ke area sepertiga akhir Borneo FC.
Pada klip di atas, rotasi posisi dan kombinasi antar pemain mampu menghadirkan ancaman ke gawang Borneo FC. Di klip pertama, Corfe yang turun sebagai opsi progresi mengoper kepada Fahreza yang berlari ke ruang kosong di belakang lini pertahanan Borneo. Kemudian, Fahreza melepaskan crossing ke kotak penalti namun sayang eksekusinya tidak sempurna dan tidak bisa menghasilkan tendangan ke gawang.
Di klip kedua, kali ini di sisi kanan lewat pergerakan Savio Sheva. Ze Valente yang punya free role menempati koridor sayap kanan. Sheva mampu melihat ruang kosong di belakang lini dan bergerak menerima umpan Ze di saat yang sama. Lalu, Sheva berhasil melepaskan crossing yang disambut tendangan Anton Fase.
Gol balasan PSIM pun berawal dari umpan Ghulam Fatkur kepada Anton Fase sebagai winger kiri. Dengan superioritas kualitatif, Anton berhasil melewati bek kanan Borneo dan memperkecil ketinggalan.
Gagal Progresi di Tengah, Lalu Kebobolan
Menilik dari struktur, PSIM kesulitan menembus pertahanan Borneo lewat tengah karena kalah jumlah. Inilah yang dimanfaatkan oleh Borneo untuk kemudian menjadi awalan dari serangan balik mereka. Sayangnya, garis pertahanan yang tinggi dan struktur rest defense PSIM tidak mampu untuk menahan kecepatan pergerakan dari pemain Borneo.
Seperti di gol kedua, PSIM hilang bola ketika umpan Franco Ramos ke tengah berhasil dipotong oleh Rivaldo Pakpahan dan jatuh ke kaki Mariano Peralta. Dalam situasi 4v4, Juan Villa berlari ke ruang kosong di belakang Yusaku Yamadera yang harus menjaga Vinicius dan fokus ke arah bola. Dengan finishing mendatar, Juan Villa berhasil mencetak gol ke gawang Cahya Supriadi.
Sama halnya dengan gol kedua, bola dari striker yang turun menjadi opsi progresi berhasil dipotong oleh Rivaldo Pakpahan lagi yang kemudian diterima oleh Maicon. Dengan keunggulan kualitatifnya dalam kecepatan, ia berhasil melewati Yusaku dan tidak bisa dikejar oleh Franco Ramos sebagai orang terakhir dalam struktur rest defense PSIM. Garis pertahanan PSIM sangat tinggi juga dikarenakan oleh aspek psikologis yang dituntut untuk mengejar ketertinggalan.
Kesimpulan
Ada beberapa celah yang patut diperhatikan oleh PSIM sebagai saran dalam perbaikan tim ke depan. Salah satunya mungkin adalah keterlibatan gelandang ataupun striker untuk turun menjemput bola agar tidak kalah jumlah di tengah dan opsi passing bertambah. Ini mencegah agar tidak mudah hilang bola dan membuat struktur 3 orang rest defense masih kokoh.
Di pertandingan ini, kedua tim berhasil menyerang kelemahan masing-masing. Namun, pembedanya ada di aspek eksekusi Borneo yang sangat efektif.
Dari Tepi,
18 September 2025
Key Metrics · per 90
Baca Juga
Kontrol Milik Siapa?
Match Review Bhayangkara vs Persebaya - Pekan 1 BRI Super League 2026/27
QA: Viz Image Upload Test
Verifies an uploaded vizImage renders full-size and uncropped on the Data Viz detail page.
QA: Tableau Embed Test
Verifies a Tableau Public embed renders as a sandboxed iframe on the Data Viz detail page.