Menang Ala Juku Eja
Ulasan Pertandingan Pekan ke-6 BRI Super League 2025/26: PSM Makassar vs Persija Jakarta

Dua gol tanpa balas.
Itulah skor akhir pertandingan PSM Makassar melawan Persija Jakarta di Gelora BJ Habibie, Parepare hari Minggu kemarin (21/9). Meskipun mempunyai 76% penguasaan bola dan melepaskan 2 shots on target dari 8 percobaan, Persija tidak mampu menembus ketatnya pertahanan PSM. Sebaliknya, PSM tampil begitu efektif dengan melepaskan 4 tembakan yang semuanya on target.
Seperti apa ketatnya pertahanan PSM? Lalu, seberapa efektif serangan mereka?
Tumbukan Formasi

Melawan Persija yang membangun serangan dengan struktur 3-2-5, bagian dari game plan PSM adalah untuk membiarkan Persija menguasai bola dan menunggu mereka melakukan kesalahan.
PSM bertahan dengan 1-4-1-4-1 dengan blok rendah hingga medium. Lini belakang punya jarak antar pemain yang sangat rapat dan sengaja membuka celah di koridor sayap untuk mengundang crossing dari lawan. Hal ini sudah diantisipasi oleh kedua bek jangkung PSM yang relatif kuat dalam duel udara.
Di depan lini terakhir, gelandang bertahan menjadi tameng tambahan dan menjaga agar ruang antar lini tidak terbuka. Tidak hanya itu, Gledson pun bisa ikut turun untuk membentuk struktur bertahan 1-5-4-1.
Empat pemain tengah yaitu Medina, Savio, Ricky dan Dethan berada sejajar dan punya jarak yang lebih ekspansif daripada lini belakang. Ada perbedaan pergerakan antara Medina yang turun secara vertikal ke koridor sayap sementara Ricky Pratama mundur secara diagonal ke ruang apit sebelah kanan. Pendekatan man-to-man marking mereka terapkan untuk merebut bola dari ball possessor.
Sistem pertahanan PSM bisa dilihat dari klip berikut ini.
Penempatan Posisi Victor Dethan
Victor Dethan menjadi pemain krusial dalam partai ini. Ia diandalkan sebagai outlet utama untuk masuk ke sepertiga akhir pertahanan Persija melalui koridor sayap kanan. Lewat skema serangan direct dari PSM, beberapa kali Dethan berhasil masuk ke kotak penalti dan melepaskan tembakan atau umpan berbahaya.
Seperti ditampilkan dalam klip di atas, pertahanan Persija menyisakan ruang yang cukup lebar untuk Dethan melakukan penetrasi ke dalam kotak penalti. Ditambah dengan kecenderungan ofensif bek kiri Persija (Cardoso), Dethan bisa memanfaatkan kecepatannya untuk menang duel satu lawan satu.
Penempatan posisi Dethan saat bertahan juga jadi kunci atas gol kedua PSM yang dicetak oleh Kamara di menit ke-79. Dalam situasi direct build up dari lawan, lini tengah PSM cenderung lebih ekspansif dari lini belakang. Konsekuensinya, ketika bek kanan (Syahrul Lasinari) berhasil mengintersep bola, Dethan sudah siap untuk melancarkan serangan balik.
Dengan jarak antar pemain Persija yang relatif renggang setelah build up, Dethan sukses melepaskan umpan crossing kepada Kamara yang menanduk bola pasca lolos dari penjagaan Rizky Ridho.
Kesimpulan
PSM Makassar berhasil menang dengan gayanya. Pertahanan solid dan serangan balik efektif adalah kombinasi mematikan. Pertanyaan untuk PSM justru ketika lawan memberikan “a taste of their own medicine” yaitu ketika PSM dibiarkan untuk lebih banyak menguasai bola.
Dari Tepi,
25 September 2025
Key Metrics · per 90
Baca Juga
Kontrol Milik Siapa?
Match Review Bhayangkara vs Persebaya - Pekan 1 BRI Super League 2026/27
QA: Viz Image Upload Test
Verifies an uploaded vizImage renders full-size and uncropped on the Data Viz detail page.
QA: Tableau Embed Test
Verifies a Tableau Public embed renders as a sandboxed iframe on the Data Viz detail page.