Team
TeamLIGA NUSANTARADejan FCTactical Deep Dive

Dominasi Dejan

Mengulik bagaimana Dejan mendominasi Liga Nusantara 2025/26

Oleh TepianLapang Editorial8 Mar 20264 min read
Dominasi Dejan

Bersama dengan RANS Nusantara, Dejan FC berhasil langsung kembali ke Championship musim 2026/2027 setelah sebelumnya terdegradasi di musim 2024/25 dan berhasil menjadi tiga tim terbaik di Liga Nusantara musim 2025/2026.

Meskipun harus puas menjadi runner up setelah kalah di babak adu penalti melawan RANS, dominasi Dejan FC tidak terbendung terutama selama babak penyisihan grup.

Tergabung dengan Batavia FC, Nusantara Lampung, Persipa Pati dan PSDS Deli Serdang di grup A, sedominan apa performa Dejan?

Produktivitas Gol Tertinggi

Dejan berhasil mencetak 30 gol selama babak grup dan hanya kebobolan 3 kali. Tim kedua dengan jumlah gol terbanyak adalah PSFC Ciamis dengan 22 gol “saja”. Kebobolan tiga gol saja juga menempatkan mereka sebagai tim dengan jumlah kebobolan paling sedikit dan disusul oleh Batavia FC dengan 5 gol.

Kebobolan paling sedikit bisa juga dipengaruhi oleh kualitas lawan di Grup A. PSDS, Persipa & Nusantara Lampung termasuk dalam lima tim terbawah dalam mencetak gol ke gawang lawan. PSDS juga jadi tim dengan jumlah kebobolan terbanyak dengan 31 gol.

Sepanjang fase grup, Dejan paling banyak kebobolan sekali saja dalam tiga pertandingan yang berbeda. Menariknya, Dejan menghadapi Persipa, Nusantara Lampung dan PSDS Deli Serdang dalam pertandingan-pertandingan tersebut. Hanya dua kali Dejan menerima hasil imbang 0-0 yaitu saat melawan Batavia FC.

Dejan produktif dan susah ditembus.

Distribusi Gol

Distribusi gol Dejan terbilang cukup merata karena ada 11 pemain berbeda yang berkontribusi dalam mencetak 30 gol tersebut. Dalam hal ini, Dejan hanya kalah oleh Perseden Denpasar yang punya 12 pemain berbeda dalam mencetak gol. Catatan Dejan berhasil disamai oleh rivalnya di Grup A yaitu Batavia FC.

Namun jika dilihat dari posisi pemain pencetak gol, Dejan sangat bergantung pada kontribusi pemain depannya karena mereka berhasil mencetak 20 dari 30 gol tim. Kontribusi pemain belakang pun tidak bisa dinafikan. Pemain belakang Dejan adalah yang paling produktif dari semua peserta Liga Nusantara 2025/26 dengan delapan gol yang berhasil mereka cetak.

Namun, jika dilihat lebih dalam lagi, ada nama Donald Bissa yang menahbiskan diri sebagai pencetak gol utama di tim. Ia mencetak 10 gol atau sama dengan 33% dari seluruh gol Dejan di babak grup. Setengah dari gol para penyerang berasal dari kontribusinya.

Donald Bissa berfungsi sebagai striker pemantul, outlet serangan balik dan juga target dalam situasi set piece. Kemampuan fisikalnya tidak bisa disamai oleh para bek tim lain di Grup A. Ia juga punya insting untuk mengendus ruang kosong di belakang lini pertahanan lawan seperti di klip pertama berikut. Ia melakukan tendangan first time setelah menerima umpan terobosan dengan lini pertahanan yang terbuka.

Pada klip kedua, Donald berfungsi sebagai target build up panjang dari bek Dejan. Ia menggunakan kemampuan duel udaranya untuk mengarahkan bola ke winger kanan yang melakukan penetrasi. Dengan strength yang ia punya, bek lawan tidak bisa mengganggu pergerakannya sebagai target crossing dan dapat mencetak gol dengan mudah. Dalam situasi serangan balik, positioning dan timing-nya pun tepat untuk mencetak gol tap-in.

Donald Bissa layaknya monster di depan gawang.

Selalu Tak Terbendung

Dejan tak terbendung terlepas apakah mereka tertinggal ataupun sedang unggul. Dari grafik berikut, Dejan selalu menang di 10 pertandingan di mana mereka sedang unggul. Tren ini juga tercermin pada RANS Nusantara maupun Batavia FC.

Ketika tertinggal di dua pertandingan, Dejan tetap tenang dan mampu membalikkan keadaan untuk meraih kemenangan. Tidak ada tim lain yang punya ciri khas sedominan Dejan. Sebagian besar tim kalah ketika sedang tertinggal. Hanya PSGC Ciamis yang bisa dibilang bisa membalikkan keadaan karena mereka bisa memenangkan 3 dari 5 pertandingan ketika mereka tertinggal.

Dejan mencetak 40% golnya di babak pertama dan 60% di babak kedua. Menit ke-45 hingga ke-60 adalah waktu terbanyak Dejan dalam mencetak gol yang mengindikasikan bahwa perubahan skema permainan di jeda babak berpengaruh positif. Dejan berhasil mencetak 7 gol (23.3% dari total gol) pada interval tersebut. Tiga puluh menit tersisa di babak kedua juga sama bahayanya bagi lawan-lawan Dejan karena di sanalah Dejan mencetak masing-masing 5 gol (16.7% dari total gol) mereka.

Urusan kebobolan, ada kesamaan interval yaitu pada 15 menit kedua di setiap babak yaitu menit 16-30 dan 61-75. Pertahanan Dejan mampu menjaga konsentrasi di awal maupun 15 menit di masing-masing babak. Oleh karena itu, mereka tidak kebobolan satu gol pun pada interval tersebut.

Kesimpulan

Dominasi Dejan tidak terbantahkan selama fase grup. Merekalah tim paling produktif dan paling susah ditembus. Dalam diri Donald Bissa, Dejan punya seorang predator di depan gawang lawan. Mentalitas Dejan juga terbukti bagus dengan kemampuan mereka untuk selalu bisa menang bahkan di saat tertinggal.

Kembali promosi ke Championship adalah ganjaran sepadan untuk performa mereka di fase grup.

Dari Tepi,

8 Maret 2026

Baca Juga