Masih dari set piece Liga Nusantara musim 2025/26, namun kali ini tentang tiang jauh.
Dinamika penjagaan lawan dan area di dalam kotak penalti saat situasi sepak pojok sedikit berevolusi dari tahun ke tahun. Dulu mungkin menjaga kedua tiang dan man-to-man adalah sebuah keharusan, namun sekarang sudah berubah.
Banyak tim yang mengadopsi sistem mixed defense. Apa artinya? Ada pemain yang menjaga lawan secara man-to-man dan ada juga yang menjaga area.
Seperti apa prakteknya?
PSDS Deli Serdang
Sepanjang gelaran Liga Nusantara musim ini, PSDS memakai skema mixed defense dalam situasi set piece.
Melawan Persipa Pati, PSDS punya lebih banyak pemain di kotak penalti. Hanya ada 5 pemain Persipa di dalam kotak penalti melawan 8 pemain milik PSDS. Satu pemain PSDS berada sedikit di luar kotak penalti menjaga pemain Persipa yang bersiap menyambut bola kedua.
Delapan pemain di kotak penalti melakukan mixed defense. Ada tiga pemain yang mempertahankan zona yaitu dua pemain di tiang dekat dan 1 pemain di area tengah. Lima pemain sisanya menjaga pemain Persipa secara man-to-man. Ini membuat ruang di tiang jauh PSDS terbuka.
Maka dari itu, sepakan Persipa mengarah ke daerah tiang jauh meskipun belum bisa dimanfaatkan dengan baik.

Skema ini pun bisa dilihat pada klip kedua. Tiga pemain menjaga area yang sama dan lima lainnya melakukan man-to-man marking. Bedanya, satu pemain Pati bisa lepas dari penjagaan pemain PSDS di tiang jauh. Meskipun eksekusi belum sempurna, ruang di tiang jauh ini berulang kali terbuka.
Tiang jauh, selalu.
Kesalahan Berulang
Pada pertandingan berikutnya, area tiang jauh juga lah yang dieksploitasi oleh tim lawan. Kali ini Nusantara Lampung FC yang bisa memanfaatkan ruang tersebut seperti dalam klip berikut.
Nusantara menempatkan enam pemain di dalam kotak penalti yang dijaga secara man-to-man oleh pemain PSDS. Di klip pertama, penjagaan di tiang jauh sedikit longgar dan kiper PSDS masih bisa menyelamatkan sundulan dari pemain Nusantara di area tengah.

Di klip kedua, sepakan pemain Nusantara sudah mulai mengarah ke tiang jauh namun berhasil dipotong oleh kiper PSDS. Satu hal yang patut diperhatikan adalah jumlah pemain di tiang jauh. Pemain PSDS ada pada posisi 2v1 di tiang jauh. Ini sebuah situasi yang sangat tidak menguntungkan jika bola tidak berhasil dipotong oleh kiper.

Di klip ketiga, perhatikan pemain nomor 1 yang sangat bebas di area tiang jauh. Bola pun diarahkan ke pemain nomor 3 di area tiang jauh meskipun lagi-lagi berhasil dipotong oleh kiper. Sayangnya, bola jatuh tepat di depan pemain nomor 1 yang berdiri tanpa penjagaan. Ini menyebabkan PSDS kebobolan satu-satunya gol di pertandingan ini.
Kesimpulan
Tampaknya PSDS tidak berhasil menutupi ruang di tiang jauh dalam situasi sepak pojok. Inilah yang dimanfaatkan oleh Nusantara Lampung setelah mengetahui celah tersebut. Dengan proses analisis yang benar, celah seperti ini dalam set piece laiknya bisa ditutupi dengan sedikit perubahan skema bertahan.
Dari Tepi,
7 Maret 2026
