Tren Babak Grup Liga Nusantara 2025/26
Apa saja tren yang muncul dari penyelenggaraan Liga Nusantara 2025/26?
Oleh TepianLapang EditorialMusim Liga Nusantara 2025/26 telah berakhir pada 8 Februari lalu. RANS menjadi juara disusul oleh Dejan FC sebagai runner up dan PSGC Ciamis melengkapi 3 tim yang akan promosi ke Championship musim depan.
Ada beberapa tren menarik dari pelaksanaan Liga Nusantara kali ini. Apa saja?
Panggung Pemain Muda

Rata-rata usia pemain adalah 23,4 tahun. Persibo Bojonegoro adalah tim dengan skuad paling tua (26,5 tahun) sementara Persekabpas Pasuruan menjadi skuad termuda (22,0 tahun). Dari tiga tim promosi, RANS & Dejan punya skuad dengan umur di atas rata-rata sementara PSGC Ciamis meraih promosi dengan rata-rata skuad 22,8 tahun.
Liga Nusantara selayaknya menjadi panggung untuk pemain muda. Ini dapat memperkuat ekosistem liga secara keseluruhan dan memberikan tahapan yang jelas bagi perkembangan sepak bola di asal klub tersebut.
Distribusi Pencetak Gol

Grafik di atas memperlihatkan persebaran pencetak gol di masing-masing tim. Klub-klub seperti Dejan, PSGC, Perseden adalah contoh klub yang banyak mencetak gol dan membagi golnya kepada banyak pemain.
Di sisi sebaliknya, PSDS Deli Serdang, Persikutim United dan Persipa Pati adalah klub dengan jumlah gol relatif di bawah rata-rata dan itu pun disumbangkan oleh segelintir pemain saja.
Dua skenario ini adalah situasi normal. Jumlah pencetak gol sejalan dengan total gol yang dicetak.
Tentu ada pengecualian seperti Waanal Brothers, Persekabpas Pasuruan dan RANS. Dalam kasus Waanal Brothers, 18 gol yang mereka ciptakan hanya berasal dari 5 pemain saja. Tiga top scorernya adalah Bahari Kurniawan (7 gol), Patrick Womsiwor (5 gol) dan Andryansyah (4 gol). Trio ini mencetak 89% dari total gol Waanal Brothers.
Persekabpas dan RANS justru ada di sisi ekstrim yang lain. Jumlah gol mereka relatif di bawah rata-rata namun banyak pemain ikut andil dalam gol-gol tersebut. Total ada 10 pemain yang mencetak 14 gol RANS dan 15 gol Persekabpas.
Lini Depan Kontributor Utama

Enam puluh satu persen dari gol yang diciptakan selama fase grup berasal dari lini depan. Lini tengah menyumbang 28% dan 11% berasal dari lini belakang.
Tren ini berlaku hampir di semua klub Liga Nusantara dengan beberapa pengecualian. PSDS, Persipa, Persibo dan Perseden adalah klub-klub dengan lini tengah yang relatif lebih rajin menyumbang gol. Sementara itu, bek-bek Dejan lebih banyak mencetak gol dibandingkan dengan tim-tim lain.
Menang Saat Unggul, Kalah Ketika Tertinggal

Hampir tidak ada anomali dari hasil pertandingan ketika sebuah tim unggul atas lawannya. Mayoritas klub akan menang ketika berhasil unggul. Satu klub menarik adalah Persikutim. Ketika unggul, mereka justru lebih banyak seri (3 kali) daripada meraih kemenangan (1 kali).

Hasil ketika tertinggal justru hampir tanpa anomali. Dejan FC berhasil membalikkan keadaan di 2 pertandingan dan meraih kemenangan dari posisi tertinggal.
Gol di Babak Kedua

Dalam rata-rata Liga, 55% gol tercipta di babak kedua sementara gol di babak pertama hanyalah 45% dari keseluruhan. Hampir semuanya punya komposisi serupa kecuali beberapa klub saja seperti PSDS, Persipa, Nusantara Lampung, Persitara, Persikota, Tri Brata Rafflesia dan Persika Karanganyar yang mencetak lebih banyak gol di babak pertama.

Menit 76 hingga 90 adalah prime time untuk mencetak gol. Ada 63 gol yang tercipta di interval ini atau 18.1% dari keseluruhan gol. Ini disusul oleh menit 46-60 dengan 17.2% atau 60 gol.
Ada dua hal yang patut dicermati yaitu perubahan strategi di babak kedua dan juga kondisi fisik di 15 menit terakhir. Dua hal ini mungkin bisa menjadi faktor mengapa lebih banyak gol tercipta di babak kedua. Namun, tanpa ada data yang mumpuni untuk mendukung argumen tersebut, kedua faktor itu hanyalah sebatas dugaan.
Kesimpulan
Perlu membandingkan dengan musim lalu untuk tahu seberapa berbeda kompetisi tahun ini dengan format barunya. Namun, dengan data yang ada, ada indikasi bahwa performa Liga Nusantara musim ini minim anomali. Semakin banyak gol maka rata distribusi pencetaknya, lini depan jadi tumpuan utama, menang saat unggul dan kalah saat ketinggalan, maupun perubahan strategi dan kondisi fisik yang mempengaruhi jalannya laga.
Jika boleh memberikan saran, durasi kompetisi yang lebih panjang akan berefek lebih bagus untuk perkembangan para pemain.
Dari Tepi,
8 Maret 2026